BOLEHKAH AKU MENJADI BINTANG BARUMU?



Dear, Ashim!

Aku tahu di langit hatimu pernah ada satu bintang yang bersinar begitu terang. Ia bukan sekadar cahaya, tetapi arah. Bukan sekadar kenangan, tetapi rumah. Dan ketika bintang itu hilang, langitmu tak lagi sama. Aku tidak datang untuk menghapus jejak cahayanya, tidak pula untuk memaksamu melupakan keindahan yang pernah ada. Kenangan seindah itu tidak diciptakan untuk dimusnahkan, ia tertanam, hidup, dan akan selalu menjadi bagian dari perjalananmu.

Namun izinkan aku bertanya dengan hati dan jari yang gemetar, bisakah aku menjadi bintang baru di langitmu yang kini redup? Bukan untuk menggantikan sepenuhnya, tetapi untuk menerangi bagian yang masih gelap. Bukan untuk menghapus masa lalu, tetapi untuk menemanimu melangkah ke masa depan.

Aku melihat sayapmu yang patah. Aku melihat bagaimana kamu berusaha tetap berdiri, tetap terjaga, seolah jika kamu tertidur terlalu dalam, kamu akan kembali terjatuh dalam mimpi yang menyakitkan. Tolong… jangan hancur dalam kepedihan itu. Jangan biarkan lukamu membunuh perlahan cahaya yang masih kamu miliki. Jika kamu izinkan, aku ingin memperbaiki sayapmu perlahan, dengan sabar. Mungkin tidak akan kembali sempurna seperti dulu, mungkin akan selalu ada bekas retak yang tak kasat mata. Tapi bukankah bekas luka juga bagian dari cerita tentang bertahan?

Katakan padaku, bagaimana caranya aku bisa mengobati perih yang terukir di hatimu. Ajari aku bagaimana memeluk bagian dirimu yang masih rapuh. Aku tidak takut pada masa lalumu, aku hanya takut kamu terus hidup di dalamnya.

Jika suatu hari sayapmu belum cukup kuat untuk terbang sendiri, biarkan aku menguatkanmu dengan sayapku. Kita bisa terbang bersama, tidak perlu tergesa. Kita bisa melihat semesta dari ketinggian yang berbeda, menciptakan langit yang baru, cahaya yang baru, arah yang baru. Dan mungkin, tanpa kamu sadari, rindumu akan memudar bukan karena dipaksa hilang, tetapi karena tergantikan oleh kehangatan yang kucoba buat lebih nyata.

Aku tidak meminta kamu melupakan. Aku hanya berharap kamu memberi ruang untuk memulai kembali. Memberi kesempatan pada hatimu untuk percaya lagi. Memberi izin padaku untuk menjadi bagian dari pemulihanmu. Siapa tahu, suatu saat nanti, kamu akan melihat ke langit dan menyadari bahwa kamu tidak kehilangan cahaya. Kamu hanya menemukan bintang yang berbeda.

Dan jika kamu berani membuka hatimu sekali lagi, aku ingin menjadi bintang itu. Bukan untuk bersaing dengan masa lalu, tetapi untuk menemanimu terbang lebih tinggi dari sebelumnya.

Jakarta-Dubai, 13 Februari 2026

-Qiqi 🐢🐳

Komentar

Postingan populer dari blog ini

THE WEIGHT OF BEING

ALL ABOUT KKN : Problematika dan Tantangan Kuliah Kerja Nyata (KKN) bagi Mahasiswa