INDAH BERPINDAH ARAH
Dear, Ashim! Kamu tahu, sejak dulu aku punya kebiasaan diam-diam memandangi bulan di kala malam. Buatku bulan seperti rahasia langit yang indah, hadir dengan cara yang sederhana dan memikat. Aku menyukai bulan karena setia pada siklusnya, tetap datang meski tak selalu dalam bentuk purnama yang sempurna. Namun, semua berubah seketika kamu masuk ke hidupku, ada sesuatu yang bergeser tanpa permisi. Standar tentang indah berubah arah. Aku tak lagi mencari terang di atas kepala, aku menemukan keindahan baru melalui layar ponsel kecilku yang nantinya akan menetap dan berjalan di sampingku. Ya, itu kamu! Aku tak perlu lagi menunggu malam untuk melihat cahaya indah, kehangatanmu membuat siang terasa lebih hidup dan malam terasa lebih aman hingga ku terlelap dalam dunia mimpi dan bertemu kamu lagi di sana. Aku hanya bisa menikmati keindahan bulan dari jauh dengan durasi yang terbatas, hingga fajar hadir menggantikan posisi cahayanya. Tapi kamu, aku tak lagi merasa terbatasi dengan jarak itu. Ak...