SEMUA VERSIMU ADALAH FAVORITKU
Dear, Ashim!
Aku yakin kalau kamu juga pasti sudah tahu ini. Aku menyukaimu di semua versi dirimu.
Di versi yang penuh cahaya, ketika tawamu terasa seperti pagi yang menyingkap tirai gelapku. Di versi yang lelah, ketika bahumu seolah memikul dunia, dan aku perlahan berharap bisa menjadi tempat pulang di antara napasmu yang berat. Bahkan saat dirimu ragu, yang mungkin tak banyak orang lihat, aku akan tetap menyukaimu, sebab di situlah kamu menjadi wujud paling manusia, paling jujur, paling realistis, apa adanya.
Aku menyukaimu bukan semata ketika kamu berdiri tegap seperti karang yang tak tergoyahkan, tapi juga saat kamu retak dan belajar berdamai dengan luka dan trauma. Bukan hanya ketika langkahmu mantap seakan seluruh peta telah kamu genggam, melainkan juga ketika kamu berhenti di persimpangan, menatap langit, dan bertanya dalam diam ke mana hatimu harus pulang.
Andai kelak kamu merasa bahwa dirimu seperti pecahan kaca yang kehilangan bentuknya, percayalah di pandanganku kamu tetap sebuah keutuhan. Tak ada serpihan, tak ada kurang. Kamu tetap menjadi sosok favoritku. Tak henti kuselipkan namamu di sela hening bisikan langitku, yang kehadirannya begitu akrab dalam ruang terdalam hatiku.
Aku mencintaimu dalam seluruh cuaca jiwamu. Saat cerah, mendung, bahkan ketika badai tak bisa kamu sembunyikan. Aku hadir bukan karena menunggu kamu menjadi versi tertentu. Aku ingin hadir di hidupmu karena bagiku dirimu yang sekarang sudah cukup untuk membuatku menetap dan bertahan.
Aku menyukaimu di semua versi dirimu.
Jakarta-Sharjah, 20 Februari 2026
-Qiqi 🐢🐳

Komentar
Posting Komentar