Postingan

HI, SAYANG 👉👈

Gambar
Dear my greenest forest, Ashim! 🌳🤍 Terima kasih banyak atas semua yang kita lalui sejauh ini. Maaf belakangan ini aku jarang menulis untuk kamu. Tapi kamu harus tau, aku selalu excited setiap kali terkoneksi denganmu. Rasanya aku pengen kasih tau ke semua orang kalo sekarang aku punya kamu yang bisa balikin hidupku lebih bermakna. Aku jadi kembali mengenal sebagian diriku yang hilang setelah aku menjalin hubungan dengan kamu.  Terima kasih atas segala support yang telah ikamu beri untukku. Terima kasih juga atas waktu yang kamu luangkan untukku. Itu sangat berharga. Sejauh ini, aku bisa bertahan dan menjalankan hari-hari ku karena kamu. Maaf, aku belum bisa memenuhi ekspektasi kamu. Aku belum bisa memberikan feedback dan support seperti yang kamu harapkan. Terkadang aku membuatmu kesal. Saat kamu lelah, aku kerap kali mengganggu waktu istirahatmu. Maafkan sikapku yang terlalu excited ini saat interaksi dengan kamu sehingga terkadang membuatmu tidak nyaman. Maaf juga aku telah lan...

MAAF BANYAK TAKUTNYA 😞

Gambar
Dear my greatest man, ashim 🤍 Sayang, kenapa ya akhir-akhir ini aku jadi sering banyak dramanya. Dikit-dikit langsung sensitif, langsung cemburuan, langsung pengen nangis. Sepayah itu kah aku sekarang? Semua langsung kebawa ke perasaan. Kenapa belakangan ini aku tiba-tiba langsung ngeswitch diriku kayak anak kecil kalo lagi sama kamu. Tapi pas ga sama kamu, aku berubah jadi ibu tiri yang galak, apalagi ke maulana dan aska. Sama kamu? Aku berasa jadi kayak anak kecil yang lagi ngadu sama orang tuanya kalo aku abis berantem sama orang. Jujur aja, sebetulnya aku excited banget tiap ngobrol sama kamu. Apalagi sambil liat muka kamu kalo lagi on cam. Semua cape, stress, dan bad mood ku seketika hilang. Aku ga sadar jadi suka senyum lebar sendiri sambil ngusap-ngusap kepala kamu dari layar hp. Tapi aku juga sadar kalo kadang kamu lagi ga pengen ditanya atau ga pengen on cam karena beberapa hal. Tapi ya sudah, aku harus belajar nerima itu kalo ga semua keinginan ku harus terpenuhi, kan? Terka...

RENGKUH

Gambar
Dear, Ashimku! 🤍 Sayang, terima kasih banyak telah menetap hingga saat ini di lintasan hidupku. Kehadiranmu terasa seperti oase yang tak terduga. Kamu membuatku tenggelam dalam rasa syukur yang tak pernah usai. Bersamamu, hidupku menemukan nuansa yang sebelumnya asing bagiku. Kamu menghadirkan kehangatan, tawa, dan kebahagiaan yang terasa lebih berarti dari biasanya. Hal sederhana yang dulu hanya kupeluk sendiri, kini beresonansi lebih dalam karena kamu ikut menghidupkannya bersamaku. Kebaikanmu begitu terasa, mengalir, dan bertahan dengan cara yang sulit dijelaskan. Dengan segala keterbatasan yang kupunya, merasa menjadi bagian kecil dari hidupmu adalah anugerah yang tak mudah kujelaskan logikanya. Dua bulan ini mungkin hanya sekejap bagi banyak orang, tapi bagiku itu menjelma menjadi rentang waktu yang penuh arti. Aku ingin terus bersamamu. Aku ingin terus hadir dalam setiap detik yang kita bagi. Aku telah menghapus semua masa lalu hingga tak lagi mempunyai ruang sedikitpun dalam be...

RUNYAM

Gambar
Dear my greatest man, Ashim! 🤍🕊️✨ Draft ini sudah mulai kutulis sejak 1 Ramadhan, atau 18 Februari 2026. Dan aku menyelesaikannya malam ini, 20 maret 2026 dengan berbagai pertimbangan dan telah melewati fase revisi belasan kali. Aku melakukan ini supaya kamu bisa melihat apa yang selama ini hanya kusimpan dalam diam.  Ada tiga hal yang selalu berulang di setiap tahun ku, dan semuanya bermuara pada satu hari yang sama, Ramadhan. Tiga tahun terakhir, Ramadhan selalu hadir bersamaan dengan tanggal kelahiranku. Lebih istimewa lagi, tahun ini juga, di tanggal 21 Maret 2026 sekaligus bertepatan dengan hari raya Idul Fitri ✨ Pertama, tentang hari raya itu sendiri. Bagi banyak orang, Idul Fitri adalah rumah yang penuh cahaya, orang-orang berdatangan untuk berjabat tangan, memeluk, dan saling memaafkan. Sayangnya, bagiku suasana itu justru terasa seperti ruang yang terlalu penuh hingga aku kehilangan tempat untuk berdiri. Keramaian ini tidak sepenuhnya terasa hangat, justru seperti gelomb...

SERENDIPITY 🕊️

Gambar
Dear my favorite man, Ashim! ✨🕊️🤍 Syukurku datang dengan gema. Seperti dunia yang menyelipkan takdir lembut ke dalam hidupku. Aku tidak pernah tahu bahwa pertemuan bisa terasa seperti pulang seakan menyatukan kembali bagian dari jiwa yang hilang. Hingga akhirnya aku dipertemukan denganmu, dalam wujud yang tak hanya indah, tetapi juga menawan. Sesuatu pada dirimu yang tak bisa dijelaskan oleh kata-kata biasa. Menawanmu tak hanya sekadar rupa, melainkan aura yang merambat pelan, menyentuh ruang yang bahkan tak kusadari pernah kosong. Kehadiranmu seperti embun pertama di pagi hari yang halus dan jernih. Kehadiranmu menyirami nyawaku yang semula layu. Tatap matamu yang penuh cahaya dan dalam membuatku ingin tenggelam dalam dekapmu tanpa niat kembali ke permukaan. Senyummu melengkung seperti rahasia yang Allah titipkan khusus untuk menghangatkan dunia kecilku. Anehnya, aku tidak pernah merasa cukup hanya dengan satu kali melihatnya. Segala hal yang melekat padamu terasa seperti kumpulan d...

MENJELANG AKHIR RAMADHAN 🌄

Gambar
Dear my future imam, Ashim! 🤍🕊️✨ Malam Ramadhan kini berjalan pelan menuju perpisahannya, selayaknya musafir yang telah lama beristirahat lalu bersiap melanjutkan perjalanan. Dalam kesenyapan yang memeluk akhir bulan suci ini, aku menemukan diriku lebih sering berdiam di hadapan Allah, menimbang kembali isi hatiku yang paling dalam. Dan anehnya, di sela ucapan yang bergetar di bibir, namamu sering muncul seperti cahaya kecil yang ikut berpendar di antara doa yang kupanjatkan dengan penuh kerendahan. Ramadhan selalu mengajarkan sesuatu yang lebih sunyi daripada sekadar menahan lapar. Ramadhan juga mengajarkan bagaimana hati dipoles perlahan hingga kembali bening. Al Ghazali pernah merenungi jiwa manusia yang diibaratkan seperti cermin yang hanya mampu menangkap cahaya kebenaran ketika dibersihkan dari debu dunia. Mungkin karena itulah bulan ini terasa begitu jernih. Segala perasaan tampak lebih mengalir dan terbuka dengan jujur, termasuk caraku memikirkanmu dengan ketenangan yang mela...

ORASI YANG DILANGITKAN

Gambar
Dear my purest beloved man, Ashim! ✨🕊️🤍 Pada larut yang hampir tak bersuara, namamu kembali kusematkan dalam doa. Tak hanya kusebut, tapi juga kutitipkan perlahan ke langit dengan keseriusan yang nyaris sakral. Aku memohon agar setiap langkahmu di tanah yang jauh dari rumah tetap berada dalam lindungan Allah. Supaya perjalanan yang kamu tempuh, betapapun panjang dan sunyinya, selalu disertai keteduhan yang tidak kasatmata. Ada rindu yang tidak selalu menemukan bentuknya dalam kata. Rindu tersebut tinggal di dada, berpendar diam bagaikan cahaya yang tertahan di balik kabut. Rindu pada tanah air yang pernah menyambut setiap langkahmu tanpa jarak, pada udara yang terasa akrab di relung jiwa dan ingatan, pada tempat di mana namamu pertama kali dipanggil dengan penuh kehangatan. Kerinduan semacam itu tidak pernah benar-benar pergi. Kerinduan tersebut bersemayam, menunggu waktu untuk dipeluk kembali. Saat malam rindumu datang dan menjadi terlalu berat untuk kamu tanggung sendirian, percaya...