SERENDIPITY 🕊️
Dear my favorite man, Ashim! ✨🕊️🤍
Syukurku datang dengan gema. Seperti dunia yang menyelipkan takdir lembut ke dalam hidupku. Aku tidak pernah tahu bahwa pertemuan bisa terasa seperti pulang seakan menyatukan kembali bagian dari jiwa yang hilang. Hingga akhirnya aku dipertemukan denganmu, dalam wujud yang tak hanya indah, tetapi juga menawan.
Sesuatu pada dirimu yang tak bisa dijelaskan oleh kata-kata biasa. Menawanmu tak hanya sekadar rupa, melainkan aura yang merambat pelan, menyentuh ruang yang bahkan tak kusadari pernah kosong. Kehadiranmu seperti embun pertama di pagi hari yang halus dan jernih. Kehadiranmu menyirami nyawaku yang semula layu.
Tatap matamu yang penuh cahaya dan dalam membuatku ingin tenggelam dalam dekapmu tanpa niat kembali ke permukaan. Senyummu melengkung seperti rahasia yang Allah titipkan khusus untuk menghangatkan dunia kecilku. Anehnya, aku tidak pernah merasa cukup hanya dengan satu kali melihatnya.
Segala hal yang melekat padamu terasa seperti kumpulan detail yang sengaja disusun dengan penuh ketelitian. Cara kamu diam, berbicara, bahkan menatap, semuanya menjelma menjadi hal kecil yang justru paling berarti. Kamu lebih dari seseorang yang kusukai, tapi semacam definisi baru tentang apa itu “favorit”.
Dari banyaknya semua kemungkinan yang tak terhitung jumlahnya, aku masih tak habis pikir bagaimana aku bisa sampai di titik ini. Menyukuri keberadaan seseorang sepertimu dengan hati yang bahagia. Apakah ini sebuah kebetulan? Jika iya, ini adalah kebetulan yang tersakral dalam hidupku.
Jaga kesehatanmu selalu agar aku dapat terus melihatmu dari jauh dan dekat. Aku ingin terus menikmati indahmu hingga akhir hayatku.
Jakarta - Sharjah, 17 Maret 2026
-Qiqi 🐢🐳

Komentar
Posting Komentar