Postingan

Menampilkan postingan dari Maret, 2026

RENGKUH

Gambar
Dear, Ashimku! 🤍 Sayang, terima kasih banyak telah menetap hingga saat ini di lintasan hidupku. Kehadiranmu terasa seperti oase yang tak terduga. Kamu membuatku tenggelam dalam rasa syukur yang tak pernah usai. Bersamamu, hidupku menemukan nuansa yang sebelumnya asing bagiku. Kamu menghadirkan kehangatan, tawa, dan kebahagiaan yang terasa lebih berarti dari biasanya. Hal sederhana yang dulu hanya kupeluk sendiri, kini beresonansi lebih dalam karena kamu ikut menghidupkannya bersamaku. Kebaikanmu begitu terasa, mengalir, dan bertahan dengan cara yang sulit dijelaskan. Dengan segala keterbatasan yang kupunya, merasa menjadi bagian kecil dari hidupmu adalah anugerah yang tak mudah kujelaskan logikanya. Dua bulan ini mungkin hanya sekejap bagi banyak orang, tapi bagiku itu menjelma menjadi rentang waktu yang penuh arti. Aku ingin terus bersamamu. Aku ingin terus hadir dalam setiap detik yang kita bagi. Aku telah menghapus semua masa lalu hingga tak lagi mempunyai ruang sedikitpun dalam be...

RUNYAM

Gambar
Dear my greatest man, Ashim! 🤍🕊️✨ Draft ini sudah mulai kutulis sejak 1 Ramadhan, atau 18 Februari 2026. Dan aku menyelesaikannya malam ini, 20 maret 2026 dengan berbagai pertimbangan dan telah melewati fase revisi belasan kali. Aku melakukan ini supaya kamu bisa melihat apa yang selama ini hanya kusimpan dalam diam.  Ada tiga hal yang selalu berulang di setiap tahun ku, dan semuanya bermuara pada satu hari yang sama, Ramadhan. Tiga tahun terakhir, Ramadhan selalu hadir bersamaan dengan tanggal kelahiranku. Lebih istimewa lagi, tahun ini juga, di tanggal 21 Maret 2026 sekaligus bertepatan dengan hari raya Idul Fitri ✨ Pertama, tentang hari raya itu sendiri. Bagi banyak orang, Idul Fitri adalah rumah yang penuh cahaya, orang-orang berdatangan untuk berjabat tangan, memeluk, dan saling memaafkan. Sayangnya, bagiku suasana itu justru terasa seperti ruang yang terlalu penuh hingga aku kehilangan tempat untuk berdiri. Keramaian ini tidak sepenuhnya terasa hangat, justru seperti gelomb...

SERENDIPITY 🕊️

Gambar
Dear my favorite man, Ashim! ✨🕊️🤍 Syukurku datang dengan gema. Seperti dunia yang menyelipkan takdir lembut ke dalam hidupku. Aku tidak pernah tahu bahwa pertemuan bisa terasa seperti pulang seakan menyatukan kembali bagian dari jiwa yang hilang. Hingga akhirnya aku dipertemukan denganmu, dalam wujud yang tak hanya indah, tetapi juga menawan. Sesuatu pada dirimu yang tak bisa dijelaskan oleh kata-kata biasa. Menawanmu tak hanya sekadar rupa, melainkan aura yang merambat pelan, menyentuh ruang yang bahkan tak kusadari pernah kosong. Kehadiranmu seperti embun pertama di pagi hari yang halus dan jernih. Kehadiranmu menyirami nyawaku yang semula layu. Tatap matamu yang penuh cahaya dan dalam membuatku ingin tenggelam dalam dekapmu tanpa niat kembali ke permukaan. Senyummu melengkung seperti rahasia yang Allah titipkan khusus untuk menghangatkan dunia kecilku. Anehnya, aku tidak pernah merasa cukup hanya dengan satu kali melihatnya. Segala hal yang melekat padamu terasa seperti kumpulan d...

MENJELANG AKHIR RAMADHAN 🌄

Gambar
Dear my future imam, Ashim! 🤍🕊️✨ Malam Ramadhan kini berjalan pelan menuju perpisahannya, selayaknya musafir yang telah lama beristirahat lalu bersiap melanjutkan perjalanan. Dalam kesenyapan yang memeluk akhir bulan suci ini, aku menemukan diriku lebih sering berdiam di hadapan Allah, menimbang kembali isi hatiku yang paling dalam. Dan anehnya, di sela ucapan yang bergetar di bibir, namamu sering muncul seperti cahaya kecil yang ikut berpendar di antara doa yang kupanjatkan dengan penuh kerendahan. Ramadhan selalu mengajarkan sesuatu yang lebih sunyi daripada sekadar menahan lapar. Ramadhan juga mengajarkan bagaimana hati dipoles perlahan hingga kembali bening. Al Ghazali pernah merenungi jiwa manusia yang diibaratkan seperti cermin yang hanya mampu menangkap cahaya kebenaran ketika dibersihkan dari debu dunia. Mungkin karena itulah bulan ini terasa begitu jernih. Segala perasaan tampak lebih mengalir dan terbuka dengan jujur, termasuk caraku memikirkanmu dengan ketenangan yang mela...

ORASI YANG DILANGITKAN

Gambar
Dear my purest beloved man, Ashim! ✨🕊️🤍 Pada larut yang hampir tak bersuara, namamu kembali kusematkan dalam doa. Tak hanya kusebut, tapi juga kutitipkan perlahan ke langit dengan keseriusan yang nyaris sakral. Aku memohon agar setiap langkahmu di tanah yang jauh dari rumah tetap berada dalam lindungan Allah. Supaya perjalanan yang kamu tempuh, betapapun panjang dan sunyinya, selalu disertai keteduhan yang tidak kasatmata. Ada rindu yang tidak selalu menemukan bentuknya dalam kata. Rindu tersebut tinggal di dada, berpendar diam bagaikan cahaya yang tertahan di balik kabut. Rindu pada tanah air yang pernah menyambut setiap langkahmu tanpa jarak, pada udara yang terasa akrab di relung jiwa dan ingatan, pada tempat di mana namamu pertama kali dipanggil dengan penuh kehangatan. Kerinduan semacam itu tidak pernah benar-benar pergi. Kerinduan tersebut bersemayam, menunggu waktu untuk dipeluk kembali. Saat malam rindumu datang dan menjadi terlalu berat untuk kamu tanggung sendirian, percaya...

AKU YANG TENANG 🕊️

Gambar
Dear my greatest green forest and most beloved man, Ashim! ✨🕊️🤍 Pernah ada tempat yang kulewati dengan langkah yang ragu. Banyak ruang yang penuh suara, tetapi tak pernah sepenuhnya membuat hatiku merasa tenang. Hingga tanpa banyak kata, kehadiranmu mengubah semuanya seolah dunia yang bising perlahan belajar diam ketika aku bersamamu. Denganmu, aku menemukan versi diriku yang paling tenang. Hidupku seketika menjadi mudah, ada sesuatu dalam dirimu yang menenangkan badai kecil di dalam kepalaku. Seperti laut yang akhirnya bertemu sang surya yang merekah dengan indah,  luas, dan tak perlu menjelaskan apa pun. Kadang aku berpikir, mungkin memang ada manusia yang diciptakan bukan hanya untuk dicintai, tetapi juga untuk menenangkan. Dan bagiku manusia itu adalah kamu. Tempat di mana pikiranku berhenti berlari, tempat di mana hatiku tidak lagi merasa harus kuat sendirian. Ada sesuatu yang ingin kutitipkan pada waktu tentangmu. Kehadiranmu memiliki cara yang sunyi namun khidmat dalam men...

KETIKA KAMU BERPROSES

Gambar
Dear the other half of me, Ashim! 🕊️✨ Ada begitu banyak hal yang tampaknya sedang bertumpu di pundakmu. Setiap harapan yang kamu bangun, setiap rencana yang kamu rajut, dan setiap proses yang kamu jalani dengan penuh tekad yang kuat. Saat aku mendengar bagaimana caramu merangkai satu per satu tujuan hidupmu, aku semakin menyadari bahwa beban yang kamu pikul bukanlah beban yang ringan. Sering kali aku membayangkan, jika aku berada di posisimu, mungkin aku tidak akan cukup kuat untuk memikul semuanya sendirian. Rencana studimu, arah karirmu, tanggung jawab terhadap keluarga, hingga bayangan tentang masa depan, semuanya terasa begitu besar. Karena itu, aku merasa begitu beruntung dipertemukan dengan sosok sekuat dan seteguh dirimu. Ada rasa terhormat yang tumbuh dalam diriku karena dipercaya untuk mendengar sebagian kecil dari duniamu. Keluh kesahmu, rencanamu, kesibukanmu, kebahagiaanmu, juga lelahmu. Semua yang kamu bagi tentang dirimu terasa seperti suatu kepercayaan yang sangat berha...

MENYAKSIKANMU BERTUMBUH

Gambar
To my dearest soulmate, Ashim! 🕊️🤍✨ Mencintaimu terasa seperti menyaksikan matahari terbit. Kaya akan vitamin yang selalu membuat keadaan emosionalku semakin sehat dan stabil. Rasa bangga yang tumbuh setiap kali aku melihat caramu menjalani hidup dengan keyakinan kuat yang tidak dibuat-buat. Perlakuanmu terhadap dirimu seperti amanah. Kamu rawat tubuhmu dengan penuh perhatian, pikiranmu selalu diisi dengan wawasan, karaktermu  yang dipoles dengan kesadaran. Tak ada yang instan dalam dirimu, semuanya melalui proses yang tentunya tak mudah. Proses itulah yang membuat dirimu semakin mempesona di mata dan pikiranku. Lihatlah keteguhanmu dalam menapaki hari. Kamu tidak mudah terguncang oleh distraksi, tidak larut dalam pujian. Fokusmu terasa rapi, seperti seseorang yang tahu ke mana ia sedang menuju. Aku terpesona dan mengagumimu lebih dari yang bisa kujelaskan. Caramu mengelola emosi membuatku merasa ingin berlindung. Kamu tidak membiarkan amarah memimpin, tidak membiarkan ego mengam...

TAKUT TAK PANTAS

Gambar
Dear, Ashim! Setelah sekian lama aku hidup menyendiri di tanah rantau, ditempa oleh sekumpulan pengalaman dan berbagai wajah manusia yang membentukku menjadi Qiqi yang kamu kenal di layar kecil ponselmu, aku pernah kehilangan diriku sendiri. Aku lupa bahwa aku pun seorang anak perempuan yang sejak kecil dicap manja oleh orang tuanya, dicap tak berguna oleh tetangga hanya karena ketika bertengkar dengan teman, yang bisa kulakukan hanyalah menangis.  Sejak TK hingga bangku sekolah madrasah aliyah, rasa takut akan kesendirian adalah bayang-bayang yang selalu mengikutiku. Bertahun-tahun aku menjadi sasaran ejek dan bully karena air mata yang terlalu mudah jatuh. Aku memilih duduk sendiri di sudut kelas, hingga suatu hari perundungan itu tak lagi sekadar kata hingga meninggalkan jejak fisik yang abadi di pipi kananku. Aku ditertawakan karena sensitif, dianggap berlebihan karena rapuh. Orang tuaku ingin aku tangguh, ingin aku mandiri, namun tak pernah mengajariku bagaimana caranya berdir...

TOO MUCH GA YA...

Gambar
Dear, Ashim! Akhir-akhir ini aku memelihara satu pertanyaan kecil yang tumbuhnya justru menjadi besar di kepalaku. Pertanyaan tersebut berputar cepat seperti jarum kompas yang kehilangan arah mata angin. Aku ingin menanyakannya, tapi setiap kali hampir keluar dari bibirku dan jariku, aku menariknya kembali. Takut terdengar berlebihan, takut terdengar menuntut. Too much ga ya kalau aku bertanya, bolehkah aku menjadi yang terakhir untukmu? Lihat, bahkan menulisnya saja membuat jantungku berdegup tak beraturan. Seperti aku sedang melangkah terlalu jauh ke masa depan, sementara kita masih berdiri di hari ini. Aku takut kamu menganggapku tergesa-gesa. Takut kamu merasa aku sedang mengikat sesuatu yang belum tentu ingin kau ikat. Padahal sesungguhnya, pertanyaan itu lahir bukan dari ambisi, tapi dari rasa ingin tahu untuk merencanakan persiapan tindakan apa yang harus ku lakukan kedepannya. Aku bukan sedang meminta janji yang megah. Aku hanya ingin tahu apakah harapanku punya ruang di hatimu...