TOO MUCH GA YA...


Dear, Ashim!

Akhir-akhir ini aku memelihara satu pertanyaan kecil yang tumbuhnya justru menjadi besar di kepalaku. Pertanyaan tersebut berputar cepat seperti jarum kompas yang kehilangan arah mata angin. Aku ingin menanyakannya, tapi setiap kali hampir keluar dari bibirku dan jariku, aku menariknya kembali. Takut terdengar berlebihan, takut terdengar menuntut.

Too much ga ya kalau aku bertanya, bolehkah aku menjadi yang terakhir untukmu?

Lihat, bahkan menulisnya saja membuat jantungku berdegup tak beraturan. Seperti aku sedang melangkah terlalu jauh ke masa depan, sementara kita masih berdiri di hari ini. Aku takut kamu menganggapku tergesa-gesa. Takut kamu merasa aku sedang mengikat sesuatu yang belum tentu ingin kau ikat. Padahal sesungguhnya, pertanyaan itu lahir bukan dari ambisi, tapi dari rasa ingin tahu untuk merencanakan persiapan tindakan apa yang harus ku lakukan kedepannya.

Aku bukan sedang meminta janji yang megah. Aku hanya ingin tahu apakah harapanku punya ruang di hatimu. Apakah ketika aku membayangkan “nanti”, namaku juga ada di dalamnya. Atau mungkin aku terlalu cepat menyusun kemungkinan, terlalu jauh menyelam ke sesuatu yang seharusnya mengalir saja?

Kadang aku berpikir, mungkin cinta memang selalu membuat seseorang sedikit berlebihan. Cinta juga membuat kita ingin memastikan, ingin menggenggam kepastian di dunia yang tidak pernah benar-benar pasti. Tapi di sisi lain, aku tak ingin kamu merasa terbebani oleh ketakutanku sendiri. Aku ingin bahagia bersamamu, bukan menjadi bayangan yang terus-menerus cemas akan kehilangan dan perpisahan.

Ku harap kamu mengerti, pertanyaan “bolehkah aku menjadi yang terakhir untukmu?” itu bukan tuntutan. Itu hanya hatiku yang sedang mencari rumah, memastikan bahwa aku tak salah mengetuk pintu yang kedua kalinya.

Dan kalau ternyata pertanyaanku itu memang terlalu jauh untuk sekarang, aku minta maaf. Aku hanya sedang belajar menata rencana arah hidup tanpa membuatmu merasa sesak.

Jakarta - Sharjah, 1 Maret 2026

-Qiqi 🐢🐳

Komentar

Postingan populer dari blog ini

THE WEIGHT OF BEING

ALL ABOUT KKN : Problematika dan Tantangan Kuliah Kerja Nyata (KKN) bagi Mahasiswa

BOLEHKAH AKU MENJADI BINTANG BARUMU?