KETIKA KAMU BERPROSES

Dear the other half of me, Ashim! 🕊️✨

Ada begitu banyak hal yang tampaknya sedang bertumpu di pundakmu. Setiap harapan yang kamu bangun, setiap rencana yang kamu rajut, dan setiap proses yang kamu jalani dengan penuh tekad yang kuat. Saat aku mendengar bagaimana caramu merangkai satu per satu tujuan hidupmu, aku semakin menyadari bahwa beban yang kamu pikul bukanlah beban yang ringan.

Sering kali aku membayangkan, jika aku berada di posisimu, mungkin aku tidak akan cukup kuat untuk memikul semuanya sendirian. Rencana studimu, arah karirmu, tanggung jawab terhadap keluarga, hingga bayangan tentang masa depan, semuanya terasa begitu besar. Karena itu, aku merasa begitu beruntung dipertemukan dengan sosok sekuat dan seteguh dirimu.

Ada rasa terhormat yang tumbuh dalam diriku karena dipercaya untuk mendengar sebagian kecil dari duniamu. Keluh kesahmu, rencanamu, kesibukanmu, kebahagiaanmu, juga lelahmu. Semua yang kamu bagi tentang dirimu terasa seperti suatu kepercayaan yang sangat berharga bagiku.

Namun satu hal yang selalu kuingat, manusia tidak pernah benar-benar diam di tempat yang sama. Kita semua akan terus berubah. Tujuan hidup seseorang pun tidak selalu tinggal dalam satu bentuk. Dalam satu tahun saja, seseorang bisa memiliki lebih dari satu arah yang ingin dituju. Lima atau sepuluh tahun ke depan, arah itu mungkin akan berubah lagi, berkembang, atau bahkan berbelok ke jalan yang tak pernah kita duga sebelumnya. Begitulah kehidupan bergerak.

Dalam sebuah hubungan, banyak hal yang akan terus bergerak dan bertransformasi. Preferensi bentuk fisik, visi dan misi, rencana, bahkan cara kita menjalani proses. Semuanya bisa berubah seiring waktu. Tetapi ada satu hal yang tetap paling mendasar, yaitu karakter. Cara kita menerima satu sama lain secara keseluruhan. Cara kita tetap memilih untuk mencintai, bukan hanya sisi yang terang, tapi juga bayangan tersembunyi di dalam diri masing-masing. Menerima apa yang kita sukai, sekaligus belajar berdamai dengan apa yang tidak selalu kita pahami.

Sejauh ini, karakter yang kamu tunjukkan kepadaku adalah sesuatu yang selama ini kucari, bahkan melampaui bayangan yang pernah kubuat dalam kepalaku. Tentang kekhawatiranmu bahwa suatu hari nanti dirimu mungkin tidak lagi sesuai dengan ekspektasiku, bagiku itu hanyalah bentuk lain dari dirimu yang juga harus kupeluk. Versi lain dari dirimu yang tetap layak untuk dicintai.

Aku ingin menerima dirimu di setiap lapisan waktumu, di puncak tertinggimu, di fase tengahmu, bahkan di titik terendahmu. Aku ingin berjalan bersamamu dalam setiap versi yang mungkin lahir dari perjalanan hidupmu. Sebisaku, aku akan berusaha menjadi seseorang yang mendorongmu untuk level up terus menerus. Menjadi dirimu yang lebih kuat, lebih matang, dan lebih bercahaya dari hari ke hari.

Karena itu, bantulah aku untuk mengenalmu lebih dalam lagi. Izinkan aku memahami bagian dari dirimu yang mungkin belum sepenuhnya kamu ceritakan. Agar aku dapat menemukan celah kecil di mana aku bisa hadir dan mengambil peran dalam hidupmu. Aku ingin melengkapi setiap rusng kosong yang mungkin ada dalam perjalananmu dengan caraku, dengan kemampuanku, dengan ketulusan yang kupunya.

Bimbing aku untuk mengetahui apa saja yang bisa kulakukan agar aku benar-benar dapat berjalan di sampingmu. Menemani setiap langkah prosesmu, dan ikut menyaksikan dirimu bertumbuh menjadi versi yang lebih baik dari dirimu hari ini.

Terima kasih telah mempercayaiku untuk menampung sebagian kecil dari kegelisahan yang berdiam di pikiranmu. Kepercayaan itu membuat keyakinanku semakin kuat bahwa memilihmu bukanlah sebuah kekeliruan.

Mari kita jalani semuanya bersama. Saling merangkul satu sama lain, saling menguatkan langkah, untuk mengejar semua tujuan yang kita langitkan dan semua mimpi yang kita semogakan.

Aku tidak ingin lagi menjadi tempat bersandar bagi seseorang yang tidak memiliki keinginan untuk bertumbuh. Aku tidak ingin mengulangi kesalahan yang sama untuk kedua kalinya. Namun setelah mendengar setiap rencanamu, setiap tujuan yang kamu susun, dan menyaksikan kesungguhanmu dalam belajar, berorganisasi, dan merancang masa depanmu. Hatiku justru semakin mantap untuk tetap berjalan di sampingmu.

Aku melihat potensi besar dalam dirimu. Aku melihat masa depan yang sedang kamu bangun dengan arah yang jelas. Bahkan ketika suatu hari langkahmu mungkin tersandung, aku tahu kamu adalah seseorang yang selalu menyiapkan jalan lain untuk kembali berdiri.

Jadi jangan takut jika suatu hari kamu terjatuh. Kamu tidak akan jatuh sendirian. Akan ada aku di sana yang menemani, menunggu, dan membantu mengangkatmu bangkit kembali. Sampai kita bisa berjalan lagi. Bahkan bukan hanya berjalan, kita akan berlari, hingga suatu hari terbang lebih tinggi bersama di langit yang penuh bintang.

Hingga kelak di masa tua, kita bisa menoleh ke belakang dan mengenang hari-hari ketika kita saling menguatkan dalam fase yang paling rapuh dalam hidup kita.

Untuk saat ini, fokuslah terlebih dahulu pada semua hal yang sedang kamu rencanakan. Berikan perhatianmu pada studimu, pada karirmu, pada jalan yang sedang kamu bangun untuk masa depanmu.

Doaku tidak pernah berhenti terangkat untukmu.

Jangan pernah takut berjalan sendirian. Jika suatu saat kesunyian itu terasa terlalu panjang, beritahulah aku. Aku akan selalu berusaha hadir menemani langkahmu, dan berjalan bersamamu sedikit lebih dekat menuju tujuan hidupmu.

Jakarta - Sharjah, 5 Maret 2026

-Qiqi 🐢🐳✨

Komentar

Postingan populer dari blog ini

THE WEIGHT OF BEING

ALL ABOUT KKN : Problematika dan Tantangan Kuliah Kerja Nyata (KKN) bagi Mahasiswa

BOLEHKAH AKU MENJADI BINTANG BARUMU?