MENYAKSIKANMU BERTUMBUH


To my dearest soulmate, Ashim! 🕊️🤍✨

Mencintaimu terasa seperti menyaksikan matahari terbit. Kaya akan vitamin yang selalu membuat keadaan emosionalku semakin sehat dan stabil. Rasa bangga yang tumbuh setiap kali aku melihat caramu menjalani hidup dengan keyakinan kuat yang tidak dibuat-buat.

Perlakuanmu terhadap dirimu seperti amanah. Kamu rawat tubuhmu dengan penuh perhatian, pikiranmu selalu diisi dengan wawasan, karaktermu  yang dipoles dengan kesadaran. Tak ada yang instan dalam dirimu, semuanya melalui proses yang tentunya tak mudah. Proses itulah yang membuat dirimu semakin mempesona di mata dan pikiranku.

Lihatlah keteguhanmu dalam menapaki hari. Kamu tidak mudah terguncang oleh distraksi, tidak larut dalam pujian. Fokusmu terasa rapi, seperti seseorang yang tahu ke mana ia sedang menuju. Aku terpesona dan mengagumimu lebih dari yang bisa kujelaskan.

Caramu mengelola emosi membuatku merasa ingin berlindung. Kamu tidak membiarkan amarah memimpin, tidak membiarkan ego mengambil alih. Kamu memilih memahami, memilih dengan kepala dingin, memilih dewasa. Di saat itu aku merasa aman, seakan hatiku menemukan tempat tujuan.

Setiap gebrakan yang kamu lakukan memancarkan keberanian yang elegan. Kamu bergerak bukan karena tekanan, melainkan karena kesadaran untuk terus naik tingkat. Melihatmu berkembang seperti itu membuat relung kalbuku dipenuhi rasa kagum yang yang semakin meluas dan mendalam.

Tanpa banyak kata, kamu mengajarkanku arti konsistensi. Kamu menunjukkan bahwa bertumbuh bukan tentang siapa yang paling cepat, tapi siapa yang paling tekun. Dan aku jatuh cinta pada ketekunanmu, pada caramu tidak menyerah dari versi lama dirimu.

Cintaku padamu kini berakar pada karakter, pada komitmenmu untuk selalu menjadi lebih baik dari kemarin. Kamu tak hanya sekedar seseorang yang kupandang dengan penuh kekaguman, tapi seseorang yang membuatku percaya bahwa mencintai proses adalah bentuk romansa yang paling dewasa.

Jakarta - Sharjah, 4 Maret 2026

-Qiqi 🐢🐳✨

Komentar

Postingan populer dari blog ini

THE WEIGHT OF BEING

ALL ABOUT KKN : Problematika dan Tantangan Kuliah Kerja Nyata (KKN) bagi Mahasiswa

BOLEHKAH AKU MENJADI BINTANG BARUMU?