ORASI YANG DILANGITKAN
Pada larut yang hampir tak bersuara, namamu kembali kusematkan dalam doa. Tak hanya kusebut, tapi juga kutitipkan perlahan ke langit dengan keseriusan yang nyaris sakral. Aku memohon agar setiap langkahmu di tanah yang jauh dari rumah tetap berada dalam lindungan Allah. Supaya perjalanan yang kamu tempuh, betapapun panjang dan sunyinya, selalu disertai keteduhan yang tidak kasatmata.
Ada rindu yang tidak selalu menemukan bentuknya dalam kata. Rindu tersebut tinggal di dada, berpendar diam bagaikan cahaya yang tertahan di balik kabut. Rindu pada tanah air yang pernah menyambut setiap langkahmu tanpa jarak, pada udara yang terasa akrab di relung jiwa dan ingatan, pada tempat di mana namamu pertama kali dipanggil dengan penuh kehangatan. Kerinduan semacam itu tidak pernah benar-benar pergi. Kerinduan tersebut bersemayam, menunggu waktu untuk dipeluk kembali.
Saat malam rindumu datang dan menjadi terlalu berat untuk kamu tanggung sendirian, percayalah bahwa di sudut bumi yang lain ada aku yang dengan khusyuk mengadah kedua tangannya untukmu. Namamu kulangitkan dengan penuh kelembutan, layaknya seseorang yang sedang membawa sesuatu yang sangat berharga menuju langit. Aku meminta supaya Allah melapangkan setiap jalanmu, agar setiap letih yang menumpuk di pundakmu berubah menjadi keteguhan yang semakin menumbuhkan dirimu.
Perihal pulang, kata itu hidup di hatimu seperti pelita yang tidak pernah padam. Semoga suatu hari nanti, ketika langkahmu kembali menyeberangi ribuan kilo meter menuju kampung halaman, bumi yang kamu pijak menyambutmu dengan kehangatan yang kamu rindukan begitu dalam. Semoga langit yang pernah menaungimu tetap membentang ramah, seakan berkata bahwa tidak ada perjalanan yang sepenuhnya membuatmu kehilangan rumah.
Sampai hari itu tiba, aku akan tetap menyebut namamu dalam setiap doaku. Aku memohon supaya Allah menjaga hatimu dari kelelahan dan kesendirian yang terlalu sunyi, menjaga pikiranmu dari keraguan yang perlahan datang, dan menjaga harapanmu agar tetap menyala. Dan saat nanti waktunya telah tiba, semoga Allah menuntunmu pulang, dengan langkah yang ringan, mimpi yang berhasil kamu genggam, dan kebahagiaan yang akhirnya menemukan rumahnya.
Aku, yang doanya tak pernah lepas melangitkanmu.
Jakarta - Sharjah, 8 Maret 2026
-Your purest beloved girl, Qiqi 🐢🐳✨

Komentar
Posting Komentar