DIANTARA LELAHMU, AKU BERDOA



Dear, Ashim!

Aku tahu hari-harimu akhir-akhir ini tidak ramah pada tubuhmu. Ada lelah yang tidak sempat benar-benar pulih. Ada sakit yang seharusnya meminta jeda, namun kau memilih tetap melangkah. Dan jujur, di sanalah rasa khawatirku tumbuh pelan-pelan, bersamaan dengan rasa bangga yang tak bisa kusembunyikan.

Di saat tubuhmu meminta istirahat, kau justru tetap belajar, menuntaskan tugas-tugasmu, menabung harapan untuk masa depan yang sedang kau bangun dengan sabar dan kerja keras. Kau juga tetap hadir untuk tanggung jawabmu di organisasi, seolah lelah dan sakit hanyalah bisikan kecil yang tak mampu mengalahkan tekadmu. Aku melihat perjuangan itu. Aku melihat pengorbanan yang sering kali tidak kau ceritakan.

Aku khawatir, tentu saja. Karena orang sekuat dirimu pun tetap manusia yang butuh dijaga, disayangi, dan diistirahatkan. Tapi di balik kekhawatiran itu, ada rasa bangga yang hangat, bangga pada caramu bertahan, pada kesungguhanmu mengejar hari esok, pada keteguhan yang tidak ribut tapi nyata.

Aku berdoa, semoga Tuhan selalu memelukmu dengan kesehatan yang baik. Semoga setiap sakit yang kau tahan diganti dengan kekuatan yang berlipat, dan setiap lelahmu berujung pada bahagia yang layak kau terima. Aku percaya, kebahagiaan sedang dalam perjalanan mencarimu pelan, tapi pasti.

Jika suatu hari kau merasa goyah, ingatlah bahwa perjuanganmu tidak sendiri. Ada aku, yang diam-diam cemas namun sepenuh hati bangga. Ada harapanku, yang selalu menyebut namamu dalam doa.

Jakarta-Dubai, 7 Februari 2026

- Qiqi 🐢🐳

Komentar

Postingan populer dari blog ini

THE WEIGHT OF BEING

ALL ABOUT KKN : Problematika dan Tantangan Kuliah Kerja Nyata (KKN) bagi Mahasiswa

BOLEHKAH AKU MENJADI BINTANG BARUMU?