AKU PERCAYA SETIAP PROSESMU
Dear, Ashim!
Akhir-akhir ini napasmu terasa lebih berat. UTS yang akan kamu hadapi esok seperti berdiri di depan pintu yang mengetuk dengan keras, seolah ia yang menentukan segalanya. UTS hanya satu bagian kecil dari perjalananmu yang panjang dan kamu sudah menempuh jarak yang jauh sebelum sampai di sini.
Aku melihat caramu belajar, bertahan bersama dengan lelah, tetap duduk dan membaca hingga larut malam, dan tetap mencoba memahami hingga penghujung energi penghabisan. Bukan hanya sekedar struggle, tapi bentuk tanggung jawab pada dirimu sendiri. Dan itu membuatku sangat bangga tanpa perlu kamu tahu seberapa dalamnya.
Kamu telah mengorbankan banyak hal untuk persiapan ujian esok. Waktu, tenaga, pikiran, dan kesehatan. Tapi tolong, jangan tekan tubuhmu terlalu keras bekerja untuk sebuah nilai. Tubuhmu bukan alat. Otakmu bukan mesin. Bahkan Aristoteles pun pernah berkata bahwa yang berlebihan dan terlalu keras selalu menjauhkan kita dari kebaikan itu sendiri. Belajar itu penting. Menjaga kesehatan dan kewarasan fisik dan psikismu jauh lebih penting.
Istirahatlah jika sudah sangat lelah. Tarik napas perlahan dan minum air sejenak jika cemas seketika menggugah. Beritahu aku jika kamu membutuhkan telinga untuk didengar. Akan selalu kuusahakan untuk selalu hadir menemani di setiap prosesmu.
Jangan takut gagal! ingat bahwa satu hasil tidak pernah cukup kuat untuk meruntuhkan siapa dirimu sebenarnya.
Tentunya aku ingin melihat kamu berhasil. Lebih dari itu, aku juga ingin kamu sehat. Aku ingin senyummu tetap ada setelah ujian selesai. Aku ingin semangatmu tidak redup hanya karena beberapa lembar soal. Dunia ini luas, dan kamu adalah duniaku yang lebih luas lagi.
Besok, masuklah ke ruang kelas dengan relax dan terus berdoa. Tidak perlu membawa semua beban sekaligus. Kerjakan yang bisa kamu kerjakan. Lepaskan yang di luar kendali. Kamu sudah melakukan yang terbaik sejauh ini dan itu sudah cukup untuk membuatku sangat bangga memilikimu.
Apa pun hasilnya nanti, jangan pernah berpikir kamu sendirian menghadapi semuanya. Ada aku, yang selalu ingin melihatmu bahagia.
Jakarta-Sharjah, 24 Februari 2026
-Qiqi 🐢🐳

Komentar
Posting Komentar