KETIKA ENERGI MENIPIS, TEKADMU TETAP MENYALA



Dear, Ashim!

Hari ini langkahmu panjang. Melewati jarak, antrean, dan waktu. Kamu pergi ke Kantor Konsulat Jenderal Republik Indonesia di Dubai, mengurus sesuatu yang tampak administratif, namun sejatinya adalah ikhtiar merawat masa depan. Perjalanan itu menguras tenaga, dan aku membayangkan betapa lelahnya tubuhmu menampung hari yang tidak singkat. Lalu kamu singgah di sebuah rumah makan, seolah ingin memeluk pulang sebentar. Rasa yang mengingatkanmu pada tanah air, pada kenangan, pada hangat yang tak selalu bisa dijumpai di perantauan.

Sore datang, dan kamu memberi tubuhmu jeda. Tidur sejenak, sekadar menata napas. Namun malam kembali memanggil tanggung jawab. Kamu bangun untuk mengikuti kelas filsafat secara daring, dengan mata yang menahan kantuk dan tubuh yang belum sepenuhnya pulih. Di titik itu, kamu tetap memilih belajar. Seolah lelah hanyalah keadaan, bukan alasan. Seolah pikiranmu berdialog, mengartikan makna yang harus tetap dicari, bahkan ketika energi terbatas.

Belum selesai di sana, kamu melanjutkan malam dengan belajar untuk ujian AI and Entrepreneurship di esok hari. Kamu belajar dengan sungguh. Bukan karena hanya tubuhmu kuat, tetapi karena tekadmu yang konsisten serta ambisius. Dan di sanalah aku menyaksikan, bangga sekaligus terharu. Melihat dan mendengarmu tidak menyerah, tetap berusaha hingga batas penghabisan, hingga titik di mana niat lebih lantang daripada rasa letih.

Ashim, izinkan aku menitipkan doa yang terbaik untukmu. Semoga Allah menjaga kesehatanmu dengan lembut, memberi kekuatan yang cukup. Bukan berlebihan, tapi tepat. Semoga setiap langkahmu yang melelahkan menjadi pahala, setiap kesungguhanmu berbuah kejernihan, dan setiap ilmu yang kamu kejar mendekatkanmu pada kebaikan yang luas. Semoga hatimu dilapangkan, pikiranmu ditenangkan, dan hasil usahamu diberi keberkahan.

Jika dunia terasa berat, ingatlah bahwa lelahmu tidak sia-sia. Ada masa depan yang sedang kamu bangun dengan sabar, ada doa yang setia berjalan di sampingmu. Dan ada aku yang percaya padamu, yang bangga pada caramu bertahan, yang berharap bahagiamu datang dan menetap.

Jakarta-Dubai, 10 Februari 2026

- Qiqi 🐢🐳

Komentar

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

THE WEIGHT OF BEING

ALL ABOUT KKN : Problematika dan Tantangan Kuliah Kerja Nyata (KKN) bagi Mahasiswa

BOLEHKAH AKU MENJADI BINTANG BARUMU?